Museum of Thieves (The Keepers, #1)

They tried to nail life down.

They wanted to be completely safe and happy all the times.

The trouble is, the world just isn’t like that.

You can’t have high mountains without deep valleys.

You can’t have great happiness without great sadness.

The world is never still.

It moves from one thing to another, back and forth, back and forth, like a butterfly opening and closing its wings.

[Museum of Thieves, The Keepers #1- Lian Tanner]

Advertisements

Kereta Tak Berujung

“BRAKK” lagi lagi pintu depan dibanting oleh Simon, lalu terdengar suara teriakan marah ibunya dari arah dapur. Setiap hari setelah pulang sekolah, tanpa berganti baju, tanpa bersih-bersih, tanpa makan siang, Simon selalu lanjut pergi bermain tanpa izin sang ibu. Kemanakah Simon pergi?

Simon pergi ke bekas stasiun kereta. Dahulu stasiun ini dipergunakan untuk kereta antar kota. Akan tetapi, stasiun ini dipindah lokasi ke tempat yang baru karena tempat ini terlalu sempit. Saat ini stasiun dibiarkan terbengkalai, terkadang tampak beberapa pemulung berkumpul disana, tapi terkadang tidak ada seorang pun yang muncul disana.

Simon sangat menyukai cerita detektif, ia selalu berkhayal menjadi seorang detektif yang menemukan harta karun, penyimpanan barang curian, ataupun lorong-lorong tersembunyi. Karena itulah, Simon senang sekali bermain di stasiun lama ini. Ia menyusuri lorong-lorong stasiun, berusaha mencari pintu-pintu rahasia. Menjelang malam setelah puas bermain barulah Simon pulang ke rumah. Ia selalu disambut oleh kemarahan sang ibu, bahkan seringkali ibunya memberikan hukuman-hukuman seperti dilarang keluar rumah selama dua hari, lima hari bahkan seminggu. Tetapi Simon selalu menemukan celah untuk menyelinap keluar dan kembali ke stasiun. Continue reading