Molen Van Sloten

kayanya belumm ke Amsterdam klo belum liat si Molen,, maka dari itu kita pun berburu windmill yang letaknya bukan di kota sodara-sodara,, setelah menggoogling (dimana pun kita berada, mbah google itu selaluuu membantu, memang dia itu Mr know it all :P) lalu ditetapkanlah tujuan kita si windmill terdekat yang konon termudah untuk dicapai,, tapi teuteuup sedekat-dekatnya itu memakan waktu juga,,

jadi alkisah dimulailah perjalanan kita dengan tram no 2 ini sampe ke ujuuuuuungggggg last stop nya,,

karena last stop,,jadi banyak tram pakrir dimari,,jadi si suami bisa bobo2an di depan tram *gak penting

karena last stop,,jadi banyak tram pakrir dimari,,jadi si suami bisa bobo2an di depan tram *gak penting

dari tram ini kita mesti jalaaaan melewati hamparan rumput semacem lapangan tapi banyak pohon-pohonnya, kadang suka kepikiran, gimana ini klo tiba-tiba ada buaya lewat karena disana ada anak sungai kecil juga dan jalanannya sangaaatt sepii

keliatan kan itu di kiri,,ada perairan dangkal yang warnanya item karena mungkin dasarnya banyak tanah atau pohon atau bu-a-ya

keliatan kan itu di kiri,,ada perairan dangkal yang airnya terlihat kelam karena mungkin dasarnya banyak tanah atau pohon atau bu-a-ya

diujung jalan berair ini ada gerbang,, saya gak lama-lama jalan disini a.k.a ngebut soalnya agak horor sm buaya,, lepas gerbang itu ada perumahan-perumahan, lebih nyaman jalannya, malah saya berlama-lama jalannya,abisan rumah-rumahnya itu lohh lucu-lucu banget,,saya masih inget, saya bilang ke suami nanti rumah kita mesti kaya gitu (*ingatkah kamu suami akan anggukan kepalamu mengiyakan untuk membuatkan rumah yang lucu kayak gitu??? 😀 *) Continue reading

Advertisements