White lotus

Buat orang indonesia sejenis saya (yaitu orang orang yg ga bisa move on dari makanan indonesia), white lotus itu adalah dewi penyelamat banget 💃

Emang apaan si white lotus itu?
Nih, dikasi intip penampakannya setitik yaa

image

Iya ini dia si dewi penyelamat lidah 😛, sesungguhnya dia itu semacem warung eh supermarket mini tapi dengan isi yang sangat padat.

Sepadat apa? Sepadat iniii……

image

(Ga keliatan yak padatnya hahaha)
ini contoh salah satu lorong dalem tokonya, plus mbak-mbak figuran yang mukanya (ga sengaja) disamarin.

White lotus ini berlokasi di eastern suburb daerah kingsford (deket UNSW, kalo ada temen yang kuliah di UNSW biasanya mesti tau deh sama toko ini).

Dia itu supermarket yg khusus jual rupa-rupa barang barang asia, dari betadine, tempe, tahu, rinso, sambel pecel, green tea pokka, nutrijell sampe macem macem cemilan ada semua disini.

image

(nyamm ada bakso goreng :9 )

Bukan barang indonesia aja loh ya, tapi barang asia! Jadi, bumbu-bumbu merk singapur andalan saya jaman masi tinggal di singapur jg ada disini. Kann gimana saya ga jatuh cinta sama toko imut ini 😻

Tapi nya kalo mau kesini, mesti pake niat dulu soalnya bukan dalam jangkauan ngesot doang, butuh tekad lebih dari ngesot (mesti naik bus beberapa stop). Udah gitu karena anak manis mesti ikut kemanapun ibuknya yang juga manis ini pergi, jadi mesti cari waktu yang kira-kira bus nya ga penuh biar doi bisa kebagian duduk karena kita ga bawa stroller.

Kenapa ga bawa stroller?? Kadang bawa stroller itu peer banget deh. Pertama karena ga semua bus bisa masuk stroller. Kedua, satu bus cuma bole diisi sama dua stroller. Ketiga, arah ke white lotus itu masuk arah favorit yang ramai penumpang.

Belanja ga bawa stroller sambil gotong anak kecil di jarak jauh itu sebenernya hampir ga mungkin kalo ga ada si zebra.

Continue reading

April Bride

april-bride-poster-japSudah lama saya tidak menonton film asia, kali ini saya memutuskan untuk menonton salah satu film asia yang berjudul April Bride. Film ini adalah film tahun 2009 yang bercerita mengenai wanita yang berjuang melawan kanker payudara. Konon, film ini diangkat dari kisah nyata.

Mungkin tidak hanya film ini yang mengangkat cerita dari penderitaan seseorang yang terkena penyakit, tapi melihat betapa wanita ini berjuang keras untuk hidup, saya jadi kembali mensyukuri betapa besarnya arti kesehatan dan arti hidup. Saya senang melihat wanita ini tetap tersenyum ketika ia sakit, saya pun orang yang sedikit banyak berpikir mirip seperti itu, memang lebih menyenangkan itu memperlihatkan senyum bukan daripada berkoar-koar mengatakan kalo kita sakit hanya untuk diperhatikan.

Selain wanita yang terkena kanker ini, saya juga menyukai peran sang ayah disini. Ia tidak banyak menangis, ia sangat tegar. Memang ia bukan orang yang pintar berbicara dengan orang lain tapi saya pikir justru keberadaannya yang tidak mempertanyakan maupun mempersalahkan sangat memberi support yang sangat besar.

Orang ketiga yang sangat menarik di film ini adalah tentu saja sang pacar. Dan orang yang membuat saya sangat sedih juga adalah ketika melihat sang pacar (yang ketika itu diiringi backsound lagu Leann Rimes yang Some Say Love)

That tomorrow comes to us all is a miracle,,simply knowing that,,fills everyday with joy — Chie Nagashima