I’m not a prefect mom, but I’m a super lucky mom

03.07.2017

Saya bukan ibu yang sempurna, saya punya banyak sekali kekurangan. Tapi saya bahagia karena saya diberi kesempatan untuk menjadi ibu yang sangat beruntung. Saya beruntung dan sangat bersyukur karena memiliki anak seperti R.

 

Semarah apapun saya dengannya, R selalu berdiri di samping saya tanpa bergeming dengan uluran tangan berusaha memeluk saya.

 

Seberapapun besarnya usaha saya pergi menjauh karena sedang emosi, sebesar itulah juga R tetap berusaha mendekati saya walaupun diiringi deraian airmata hasil dari rasa takutnya akan emosi saya, dia tetap datang dengan tujuan memeluk saya.

 

Sedikit saja dia merasa saya akan sakit, seperti terbatuk ataupun bersin, R akan dengan segera memeluk saya dengan tujuan membuat saya sembuh karena dia percaya pelukannya akan menyembuhkan saya.

 

Ketika saya benar-benar sakit dan merasa tidak bisa meninggalkan tempat tidur hari itu, R pun tidak akan beranjak dari tempat tidur yang sama. Dia bercerita, dia bermain dengan diselingi mengusap-usap bagian tubuh saya yang menurut dia sakit, sesekali dia keluar kamar entah untuk menukar buku atau menukar mainan tapi dalam sekejap dia akan kembali lagi ke tempat tidur.

 

Ketika saya menangis, dia akan memeluk saya kencang-kencang untuk meredakan tangisan saya. Bahkan ketika saya terlalu sedih dan menangis dalam tidur, dia kemudian membalikan badannya, melowongkan setengah bantalnya agar saya bisa tidur di bantal kesayangannya dan membenamkan kepala saya di pundak kecilnya. Sedikit saja terdengar suara senggukan dari mulut saya, dia akan segera menguatkan pelukannya lagi. Selama saya belum berhenti menangis, selama masih terdengar suara kesedihan, atau dia masih meraba air mata (ya dia meraba muka saya, karena kami selalu tidur dalam gelap) dia akan kembali memeluk saya erat dengan berbagai posisi dan tidak tertidur sedikit pun walau malam sudah sangat larut.

 

Saya.. Terharu sekali, dikala kesedihan yang amat sangat datang dan tidak ada yang datang menghibur, anak ini selalu mengusir kesedihan saya dengan tangan kecilnya.

 

Saya sangat beruntung sekali, dikala sedang dilanda luapan emosi dan menjadi manusia yang tidak menyenangkan, anak ini dengan tegar tetap berada didepan saya, tak peduli seberapa marahnya saya, dia tidak pergi meninggalkan saya, dia tetap menawarkan pelukannya.

 

Betapa beruntungnya saya, dapat menjadi seorang ibu dari anak berumur 3 tahun 11 bulan ini. Terimakasih Ya Allah, telah menghadirkan anak kecil ini dalam hidup saya. Semoga anak saya ini selalu diberi kesehatan, selalu berada dalam lindungan Allah SWT, menjadi anak yang sholehah, dimudahkan rezekinya, selalu berada dijalan yang lurus dan benar, selalu diberi keselamatan di dunia dan akhirat Aamiin.

 

Tidak ada lagi yang bisa saya berikan selain doa yang tulus untuk nya. Terimakasih R. I love you to the moon and back again 😘