Tebang pohon

Dibelakang unit apartment saya ada sebuah pohon yang sepertinya sudah sangat tua. Saya bukan seorang ahli pohon jadi saya hanya bisa mengira-ngira dari fisiknya saja. 

Pohon itu besar dan tinggi, tapi satu sisi batang utama nya seperti gosong. Entah karena umur, entah karena penyakit, entah karena petir, entah karena apa..

Atau mungkin karena cuaca? Bicara tentang cuaca, disini sering sekali cuaca berangin, anginnya bukan angin biasa. Melainkan angin kuat yang bisa membuat tempat jemuran terjatuh (bahkan jemuran saya sampai patah), pengki diluar terlempar kebawah dll. Sudah beberapa kali, angin ini mengakibatkan pohon ini menjatuhkan bagian-bagian nya. Memang tidak terlalu besar, mungkin yang terbesar hanya sebesar sepeda anak kecil. Tapi jika jatuhnya dari ketinggian setinggi itu efeknya pasti lumayan. Untungnya selalu jatuh ke atap garasi yang lumayan kuat (sepertinya). Tidak ada korban jiwa sejauh yang saya tau, tapi suara jatuhnya batang pohon itu cukup mengagetkan. 

Waktu itu siang hari, saya hampir berlari keluar menggotong anak saya dan mengembat surat berharga ketika ada bunyi keras yang sangat mengagetkan dan cukup menyeramkan. Berita-berita di TV cukup membuat saya berpikir bahwa itu adalah suara bom. Untungnya pikiran buruk saya salah, ternyata itu adalah suara patahan batang pohon yang jatuh berdebam ke atas atap garasi. 

Selain patahan besar itu, cukup banyak patahan kecil yang jatuh sehingga menutupi atap garasi. Beberapa saat lalu pernah dipanggil orang untuk membersihkan atap garasi yang sudah penuh dengan dedaunan dan batang pohon. Tapi tidak lama setelah itu, atap itu kehilangan kembali kemulusannya. Patahan-patahan ranting kecil, daun dan patahan batang yang sedikit lebih besar kembali memenuhi permukaannya. 

Sampai akhirnya pagi tadi saya mendengar suara bising seperti suara alat pemotong rumput. Tapi terdengar lebih keras dan tak henti-henti. Pagi hari adalah waktu yang cukup sibuk untuk saya, saya sampai tidak ada waktu untuk menengok ke jendela karena saya sedang dikejar waktu. 

Akhirnya saya menemukan jawaban tentang suara bising itu ketika saya dan R berjalan menuju tempat pemberhentian bus. Kami hanya sempat berhenti beberapa menit karena harus segera naik bus untu menuju tempat kegiatan anak untuk R. Di beberapa menit itu, kami melihat pohon besar yang memiliki sisi hitam itu sedang dipotong sedikit demi sedikit. Ah entah mengapa saya sedih, setiap ada pohon yang menghilang rasanya hati saya mencelos. Tapi saya berusaha berpikit positif, mungkin pohon ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi dan jika dipertahankan akan menjadi suatu ancaman bagi warga sekitarnya. Mungkin karena seringnya batang yang jatuh maka diputuskan untuk menebangnya. Saya juga menghibur diri dengan berkata pada diri sendiri bahwa masih ada kok pohon kecil disebelahnya walaupun tidak setinggi pohon yang ditebang. 

Di menit-menit pemberhentian itu juga kami melihat sebuah truk besar yang memiliki mesin penggiling. Batang-batang pohon yang ditebang tadi dimasukkan kedalam mesin penggiling yang berada dibelakang truk, dalam sekejap semua berubah menjadi serbuk-serbuk kayu yang menyembur lewat pipa besar masuk kedalam kontainer truk.

Walau pemandangan pagi itu membuat saya sedih tapi ternyata ada hal menarik dan baru untuk saya. Iya, truk penghancur kayu itu sangatlah menarik. Saya curi sedikit waktu lagi untuk menjelaskan kepada R cara kerja truk itu (tentu saja hanya bermodalkan apa yang saya lihat saat itu). Inilah keuntungan berangkat lebih awal, kami jadi punya waktu simpanan yang bisa digunakan untuk hal tidak terduga. Untuk hari ini kami jadi punya sedikit waktu untuk terpukau dengan hal baru walau hanya beberapa menit. 

Kami kembali sampai dirumah ketika matahari masih bersinar terang. R sempat bertanya kemana pergi nya truk yang ia lihat tadi pagi karena kami tidak melihatnya lagi dalam perjalanan pulang, saya hanya menjawab dengan kemungkinan tugas mereka sudah selesai, dan pohon sudah selesai ditebang. 

Tapi ketika kami masuk kedalam apartment, suara gaduh itu kembali terdengar. Saya segera menuju jendela kamar tidur karena dari sana lah pohon itu paling terlihat jelas. Ternyata para penebang itu masih ada, mereka masih memotong batang bagian bawahnya. Dan ternyata mereka pun mulai memotong pohon ramping disebelahnya. Saya tidak tahu pasti alasannya. Mungkinkah karena pohon itu terlalu tinggi? Atau karena mereka berdekatan maka mereka berbagi penyakit yang sama? Saya tidak tahu jawaban mana yang benar atau mungkin juga semua nya salah.

Saya buka website penebang pohon itu (yang tertulis dengan jelas di badan truk mereka). Menurut website nya, mereka adalah profesional yang sudah bergerak di bidangnya selama 25 tahun. Mereka melakukan inspeksi terlebih dahulu tentang kondisi pohon sebelum melakukan aksi nya. Jadi saya berusaha percaya bahwa ketiadaan kedua pohon itu adalah untuk alasan yang baik. 

Sekarang tempat dimana kedua pohon itu pernah berdiri terlihat gersang. Mudah-mudahan akan ada pohon pengganti nya. Mudah-mudahan setiap satu pohon tua ditebang, akan ditanam 5 cikal pohon yang baru karena mungkin dari lima hanya satu yang bisa bertahan sampai tua. 

Sebagai pengakhir cerita hari ini, saya ambil foto truk penggiling kayu ketika sedang menggiling kayu. Tapi sayang, saya ambil fotonya dari jendela kamar, jadi hanya tampak bagian atasnya saja. Bagian untuk memasukan kayu nya tidak dapat terlihat. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s