Rumah Kura-kura

-created by Tanti

Sore itu cuaca di sekitar hutan cukup cerah, dibalik pepohonan terlihat seekor binatang yang sedang berjalan menyusuri setapak di sela-sela pohon yang rimbun. Ia adalah seekor kura-kura yang sedang mencari tempat untuk tinggal. Dari arah berlawanan, datanglah seekor kelinci “Hai kura-kura, kau mau pergi kemana?” sapa kelinci dengan ramah. Mendengar sapaan kelinci, kura-kura pun menghentikan langkahnya dan mendongakkan kepalanya karena kelinci jauh lebih tinggi dari kura-kura, “halo kelinci, aku sedang mencari tempat yang bisa kutinggali” jawab kura-kura. Kelinci sedikit bingung dan kembali mengajukan pertanyaan “memang kenapa dengan tempat tinggal mu yang lama?”. Kura-kura menundukkan kepalanya dengan lemas dan menjawab dengan nada sedih “biasanya aku tinggal di pinggir sungai, tetapi saat ini air sungai meluap sehingga tempat tinggalku terendam air”. Kelinci pun menepuk tempurung kura-kura “tak usah bersedih kura-kura, bagaimana kalau kamu tinggal dirumahku saja, lubangku masih cukup luas untuk menampung seekor hewan lagi”. Kura-kura memandang kelinci dengan ragu “apakah benar aku boleh menumpang? Alangkah senangnya hatiku, kelinci. Aku tak perlu lagi berkeliling hutan”. Kelinci pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Rumah kelinci sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka bertemu, tapi karena kura-kura berjalan sangat lambat mereka baru sampai ketika langit sudah gelap. “Itu rumahku kura-kura, ayo masuk” sahut kelinci sambil menunjuk pada sebuah lubang pohon besar yang tampaknya telah lama mati. Kura-kura pun mendekati lubang itu tapi kemudian ia berhenti dan mematung  “ummm Kelinci, sepertinya aku tidak bisa tinggal dirumahmu. Lubang itu terlalu tinggi untukku”. Kelinci pun terdiam, lalu ia membandingkan tinggi lubang dan tinggi kura-kura. Kelinci pun kembali tersenyum lebar dan berkata, “tenang saja kura-kura, aku bisa mengangkatmu untuk masuk ke lubang, jangan khawatir”. Kelinci pun mulai mengangkat tempurung kura-kura untuk membawanya masuk kedalam lubang pintu, tapi ternyata tempurung kura-kura terlalu lebar untuk lubang kelinci. “Umm kurasa ada masalah lain selain tinggi, lubang ini terlalu kecil untuk ukuran tempurungmu” Kata kelinci sambil meletakkan kura-kura kembali ke tanah. Kura-kura kembali bersedih, ia melihat bahwa langit sudah gelap. Ia tidak mungkin berkeliling hutan dalam kegelapan malam. Kelinci akhirnya menghibur kura-kura dengan menawarkan tidur didekat lubang pintu “Bagaimana kalau kamu tidur disamping pohon ini saja, kamu tidak akan kehujanan. Nanti kubawakan daun-daun kering dari dalam rumahku untuk alas tidurmu”. Kura-kura pun menerima tawaran kelinci karena itu merupakan satu-satunya pilihan yang ada saat itu.

 

Keesokan harinya, kura-kura bangun pagi-pagi sekali dan pamit setelah mengucapkan terimakasih kepada kelinci. Kura-kura kembali menyusuri jalan kecil di hutan, sampai akhirnya seekor burung datang dan menyapa kura-kura. “Selamat pagi, kura-kura. Mau kemana kamu pagi-pagi sekali?”. Kura-kura pun menjawab “aku sedang mencari tempat tinggal, jika kamu tau ada tempat yang bisa kutempati aku akan sangat senang sekali”. Burung pun terdiam sebentar lalu berkata “rumah pohonku cukup besar, kami membangun beberapa sarang yang cukup besar. Jika kamu mau, kamu boleh tinggal bersama kami”. Kura-kura senang sekali mendengarnya, maka ia pun pergi bersama burung menuju rumah pohon yang dimaksud.

 

Rumah pohon yang dimaksud oleh burung adalah sebuah pohon yang sangat besar dengan sarang burung hampir di setiap cabangnya. “kamu boleh pilih sarang yang kamu suka, kura-kura” sahut burung. Kura-kura terdiam dan tersadar bahwa ia tidak mungkin bisa naik keatas pohon apalagi untuk tidur di sarang. “Hai burung, kurasa aku tidak bisa tinggal disini. Aku tidak dilahirkan dengan sayap sepertimu” kata kura-kura sambil mengangkat kedua tangannya yang berbentuk lebar. Burung pun terbang berputar-putar beberapa saat diatas kura-kura samapi akhirnya ia mendekati kura-kura dan berkata “oh ya ampun, aku tak sadar. Maaf ya kura-kura, aku hanya berniat untuk membantumu tapi aku melupakan persoalan sayap”. Kura-kura pun menjawab “tak apa burung, terimakasih karena kamu sudah berniat membantuku.” Burung dan kura-kura terdiam, masing-masing sedang berpikir keras mengingat-ingat barangkali ada tempat yang cocok untuk ditempati oleh kura-kura.

 

Akhirnya keheningan itu terpecahkan oleh teriakan burung “ahaa! Aku tau, kura-kura”. Kura-kura yang merasa bahwa burung telah mendapatkan calon tempat tinggal untuknya menjadi tak sabar “kau tau dimana ada tempat untukku tinggal, burung?” Tanya kura-kura dengan penuh harap. Burung pun mendekati kura-kura dan berkata “ya benar sekali kura-kura. Atau lebih tepatnya, kamu tidak perlu tempat tinggal seperti aku. kamu sudah dilahirkan dengan tempat tinggal!!” jawab burung dengan sangat antusias. Masih tidak mengerti apa yang burung maksud, kura-kura pun bertanya lagi “apa maksudmu?”. Burung pun terbang mengelilingi kura-kura dengan tidak sabar, lalu ia berkata lagi “lihatlah apa yang kau bawa setiap hari,kura-kura. Itulah rumahmu!”. Kura-kura pun menjawab “apakah tempurung ini yang kamu maksud?” dengan tak sabar burung pun menjawab “iyaa benar sekali, kamu bisa tinggal dimana pun tanpa kehujanan ataupun terkena terik matahari. Kamu bisa tinggal berpindah-pindah dimanapun tempat yang kamu suka dan tetap merasa aman. Bukankah itu adalah rumah terbaik untukmu?” Kura-kura terdiam dan merenung beberapa saat, lalu ia masuk kedalam tempurungnya dengan menyembunyikan kepala, tangan dan kakinya. Tak lama kemudian ia muncul lagi “ah kau benar sekali, burung. Tempurung ini adalah rumah terbaik untukku. Mengapa aku tidak pernah menyadarinya ya. Terimakasih banyak burung” sahut kura-kura dengan riang. Kura-kura pun meninggalkan burung dengan hati riang, ia kembali berjalan-jalan menyusuri hutan. Tapi kali ini bukan untuk mencari tempat tinggal karena ia sudah memiliki rumah terbaik dari semua rumah yang pernah ia tinggali.

One thought on “Rumah Kura-kura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s