Tikus berkaus kaki

“selesai!” sahut Lola. Lola akhirnya telah selesai mengeluarkan semua boneka-boneka kecilnya. Beruang, bebek, kelinci, gajah, kucing, anjing, dan  monyet. Semua boneka itu ditatanya diatas tempat tidur dengan rapi. Setelah selesai mebereskan barang-barangnya, Lola turun ke dapur dimana sang ibu telah menunggunya untuk makan.

Ibu, ayah dan Lola makan bersama di meja makan kecil di rumah baru mereka. Hari ini adalah hari kedua mereka menempati rumah baru. Rumah yang memiliki 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi itu mereka pilih karena berdekatan dengan tempat kerja sang ayah.

Setelah selesai makan, Lola pun pergi menonton televisi sembari mengambil satu mangkuk kecil camilan. Ketika jam telah menunjukan pukul setengah sembilan, Lola merasa sangat mengantuk sekali, ia pun membawa mangkuk nya ke kamar dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Mengapa mangkuk camilan itu dibawanya ke kamar? Lola berpikir untuk memakannya lagi sebelum tidur.

Selesai cuci muka dan sikat gigi, Lola pun naik ke tempat tidur dan membuka buku cerita kesukaannya yang selalu dibaca sebelum tidur. Sambil membaca, Lola mulai mengunyah sedikit demi sedikit cemilan yang dibawanya, sehingga remah-remah biskuit bertebaran di selimut dan lantai kamar tidur. Lola pun tertidur dengan buku masih terbuka dan sedikit biskuit di tangannya.

Ketika jam menunjukkan pukul 12 malam terdengar bunyi garukan di belakang lemari baju Lola. Bunyi itu semakin nyaring, tetapi Lola tidak terbangun. Ternyata itu adalah bunyi garukan tikus. Tikus itu mencium bau remah-remah biskuit di kamar Lola. Tikus itu mulai memakan remah-remah di lantai, lalu berlanjut pada remah diatas selimut, sedangkan biskuit sisa di tangan Lola di bawanya pulang ke lubang tikus untuk dimakannya esok hari.

Ketika pagi tiba, Lola tidak menyadari apa yang terjadi. Kejadian ini berulang setiap malam karena setiap hari Lola membawa makanan ke dalam kamarnya. Sebulan telah berlalu, sang tikus tumbuh semakin besar karena biskuit Lola. Malam itu kembali sang tikus melaksanakan rutinitasnya, akan tetapi ternyata Lola belum tidur, jadi Lola mendengar suara kaki tikus di atas Lantai kayu, Lola pun langsung melempar bantal untuk menghentikan tikus. Tikus itu pun kembali ke lubangnya. Tetapi apakah usaha tikus berhenti sampai disana? Ternyata tidak, tikus itu tetap datang selama masih tercium harum biskuit, dan tikus pun mulai mengenakan kaos kaki nya agar suara langkah kakinya tidak terdengar Lola. Lola yang setengah terjaga untuk mendengar suara tikus pun tidak terbangun ketika tikus itu datang, karena kaki si tikus telah dibalut kaos kaki.

Keesokan paginya Lola mendapati makanannya telah habis, Lola sangat kesal. Malam demi malam Lola berusaha mendengar kedatangan tikus, akan tetapi semua sia-sia. Akhirnya Lola bercerita pada ibu nya mengenai bau tikus yang memenuhi kamarnya setiap pagi dan makanan yang dibawanya pergi. Lalu sang ibu menasehati Lola, bahwa makanan tidak seharusnya dibawa ke kamar, hal itu lah yang mengundang datangnya tikus. Mulai saat itu, Lola pun tidak membawa makanan ke kamarnya. Dan mulai saat itu pula tikus pun pergi dari kamar Lola, karena tidak ada lagi sisa-sisa makanan yang bisa diambil. Kamar Lola tidak lagi bau busuk di pagi hari, Lola pun menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan lagi membawa makanan ke kamar.

created by Tanti

3 thoughts on “Tikus berkaus kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s